Antara Hack dan Maaf

25/07/2007
By admin

SAYA dapat komentar dari seseorang pengunjung—bisa dikatakan pengunjung gelap karena menyembunyikan identitas diri berupa alamat URL-nya—di blog saya ini pada posting Renungan ke-24 yang menamakan dirinya AMIKI Studen. Ia menuliskan komentarnya seperti ini:

Hallo Ozank, Gimana blog.harian-aceh.com nya….?
Mahasiswa AMIKI juga toh, ngomong2 dong…..!!!
Jangan S lah … :p

Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada AMIKI Studen yang telah bekunjung ke “blog-bloan” saya. Dan terima kasih juga—bersusah payah mungkin—telah cari tau siapa dibalik admin blog.harian-aceh.com situs yang saya isi dengan tulisan opini redaksi di kolom editorial Koran Harian Aceh dan situs utamanya harian-aceh.com situs yang berisi berita koran Harian Aceh.

AMIKI Studen, mungkin seseorang atau komunitas yang lahir akibat kecewa atas pemberitaan di Koran Harian Aceh pada kasus mesum pasangan mahasiswa-mahasiswi AMIKI (Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Indonesia, Banda Aceh) yang ditangkap oleh WH (Waliyatul Hisbah) atau Polisi Syariat Banda Aceh, pada 30 Juni 2007. Berita itu juga saya beritakan di situs harian-aceh.com (masih tersimpan di arsip situs harian-aceh.com, search aja dengan kata kunci “Amiki”).

“Sehubungan dengan pemberitaan pihak harian-aceh.com mengenai kasus pemberitaan peringkusan mahasiswa AMIKI tanggal 30 Juni 2007, maka dengan sangat menyesal kami terpaksa melakukan tindakan pengambil alihan blog ini”. tulis AMIKI Student di blog.harian-aceh.com yang telah di hack pada 3 Juli 2007—saya menganggapnya sebagai hadian ulang tahun saya ke-24 pada hari itu.

Mengenai blog.harian-aceh.com—yang saat ini tampilannya masih saya biarkan seperti itu dan belum saya saya aktifkan kembali—saya hadirkan atas inisiatif saya sendiri. Pihak redaksi sebelumnya tidak mengusulkan untuk dibuat blog melainkan hanya situs harian-aceh.com saja.

Setelah saya buat blog di sub domain harian-Aceh.com menggunakan wordpress dan masih dikatakan versi beta (percobaan). Blog itu belum sempat saya ganti link maupun plugin yang sesuai dengan situs harian aceh.com, termasuk bahasanya masih bawaan wordpress atau masih default, tau tau sudah di-hack seperti yang disebutkan oleh AMIKI Student.

Blog tersebut, kebetulan saya memakai themes blue-zinfandel-enhanced-20 yang memungkinkan user dapat berpartisipasi di blog tersebut setelah mendaftar di link registrasi dan saya lupa untuk menutup hak akses user baru. Bagi yang sudah sering bermain-main dengan “mesin” wordpress sangat mudah untuk mengaduk-ngaduk di bagian dashboard blog bila hak aksenya sudah setingkat administrator.

Kemungkinan tersebut yang dimamfaatkan AMIKI student untuk meluahkan kekecewaannya. Arsip tulisan editorial koran Harian Aceh dihapus semua yang sudah saya naikan selama dua bulan setiap harinya. Header blognya diganti menjadi “HACKED BY AMIKI STUDENT”. Di bagian content blog diganti dengan sebuah tulisan “ancaman” sebagai berikut:

“Sehubungan dengan pemberitaan pihak harian-aceh.com mengenai kasus pemberitaan peringkusan mahasiswa AMIKI tanggal 30 Juni 2007, maka dengan sangat menyesal kami terpaksa melakukan tindakan pengambil alihan blog ini. Semoga pihak admin harian-aceh.com dapat mengklarifikasi berita tersebut dengan sebaik-baiknya tanpa memperbesar masalah yang terjadi. Kami menilai pembuatan berita tersebut sangat tidak relevan atas peristiwa yang terjadi sebenarnya. Kami juga menilai pihak harian-aceh tidak mengindahkan kode etik jurnalistik dengan menampilkan berita secara vulgar yang membuat tercemarnya nama sebuah lembaga institusi pendidikan di kota Banda Aceh”.

“Padahal kita semua tahu, hal yang terjadi adalah diluar wewenang dan kekuasaan kampus. Untuk itu kami harap dengan adanya pemberitahuan dari kami ini, selaku mahasiswa-mahasiswi AMIKI agar dapat sesegera mungkin mengklarifikasi berita tersebut. Kami harap ini bisa memberikan sedikit peringatan kepada pihak harian-aceh. Dengan sengaja kami mengambil alih blog ini dan bukan situs harian-aceh.com”.

“Bila hal ini tidak diindahkan oleh pihak harian-aceh, maka kami tidak akan segan-segan menghacurkan website www.harian-aceh.com dengan segera”.

Dengan sekejap diikuti 10 komentar. Komentar yang tak bertanggung jawab karena banyak yang menyembunyikan identitas dirinya entah dari mana saja.

log_zhelebour on July 3, 2007 1:06 am
hai bro, jgn S lah, klo mau cari oplah yg bnyak buat berita yg fair donk. utk apa mo nyaingi serambi yg udah go national. ama MODUS aja klen msh kalah. THH.

nih gini nih gua ajarin cara masuin berita ttg mesum. klo ada berita mesum kayak gitu lagi, nm institusi ga usah jelas2 kali dibuat, blg aja salah satu perguruan tinggi swasta di banda aceh, g usah disbut scara lgkap. troh eh BAB nyan payah ta pereuno..klo emang pelakunya dari institusi itu, ya jgn disangkut pautkan lah, kan bkn di gerebek di kampusnya.
MAKSIAT EMANG HRS DICEGAH, TAPI JGN MENGAMBIL KEUNTUNGAN DARI HASIL KEMAKSIATAN PELAKUNYA. by Log_Zhelebour staff #HackMaster DAL.Net

crack_Amiki on July 3, 2007 1:47 am
Bak peugah harian-aceh,sang ka lagak tht bak neu teupu hai…awak dron mantong bangai peugot berita lagee broh, leh so2 kajeut keu wartawan, wartawan ma jih
singoh jak ikot pelatihan JURLANIS lom boh, mangat bek bangai peugot berita, di peukeem mantong lee GAM cantoi, alah hai cut lem

Acheh on July 3, 2007 2:36 am
jangan salahkan mereka .. mungkin ada alasan tersendiri kenapa berita terasa agak vulgar ..
mungkin supaya menjadi pelajaran moral yang betul-betul berguna bagi pembaca..

Syahkubat on July 3, 2007 3:40 am
Makanya editor/redaktur cari yang bener, jangan dikasih tulisan sampah sama wartawan pun dikasih naik ..halaman pertma pula tuh………..sayang juga neh bang Ma*i**syah(aku tahu abang ok)….salah pilih personil…untuk duduk di redaktur dan editor. redaktur aneuk miet barosa ..hahahha jadi lumrag lah ada tulisan begitu. dah kayak baca harian lampu merah jkt. Saleum

NopRek on July 3, 2007 7:11 am
but paleng mangat nyan sit kheun keu gop.
biasa jih nyoe ureung geut, pasti hana galak kheun keu gop.
but peu ancoe ata gop sit ka hana geut.
ci peubut yg na guna2 mantong

aneuk amik on July 3, 2007 3:32 pm
Jadikan semua itu pelajaran yg sangat berharga bagi para journalis2 aceh…!!!
pesan: jangan banyak bermain2 ama si penghancur…

AmikiCyber on July 3, 2007 3:46 pm
Saya harapkan kepada Redaktur harian-aceh.com agar segera menghapus berita tentang kejadian mesum mahasiswa AMIKI.
Saya tidak bermaksud mengancam, tapi bila ini tidak di indahkan, saya tidak tau apa yang akan terjadi terhadap harian-aceh.com, by #amiki@dal.net

aneuk amik on July 3, 2007 4:10 pm
saya sangat menyesal dengan berita yg di muat di halaman maut pada Harian Aceh yang tidak manusiawi dan terlalu membesar-besarkan masalah.

apa harus title pendidikan itu di kait2kan, sejujur nya saya tidak masalah dengan kejadian ini, tapi kenapa para2 journalis harus menjelas kan alamat pendidikan yg sangat lengkap tanpa ada ketinggalan kata2 sedikit pun, bkn nya semua itu ada kode etik tertentu mas,? saya sebagai aneuk amik sangat2 tidak terima dengan perlakuan para journalis aceh yg memuat berita yg sangat hyperbola dan tidak memenuhi kode etik, makanya mas nyari wartawan tuh jangan yg pendidikan terakhir nya hanya tamat SD doank.!

AmikiCyber on July 3, 2007 5:32 pm
harian-aceh gak cocok jadi harian berita..
buat situs bokep aja lah kalian..!!
biar rame yang view..!!
Eknam on July 3, 2007 6:19 pm
ka hebat aneuk AMIKI hai…

Kehebohan telah di-hack blog harian-aceh.com bukan hanya dikalangan AMIKI student saja tapi telah heboh diperbincangkan di acehforum.or.id pada Threads Politik dan Debat. Anehnya, pimpinan redaksi yang diberitau situsnya telah di hack, hanya berkata “biar aja”.

“Blog kok di hack, hack ‘bangai’ (hack bodoh), situsnya dong? Kalau mau hack seperti di-hack situs presiden SBY dong” kata Haikal yang juga aktif di forum acehforum.or.id.

Mengenai nasib blog.harian-aceh.com sekarang masih saya biarkan begitu saja. Hal itu juga terserah saya mau saya lanjutkan atau saya kuburkan, tidak musti harus ada persetujuan pimpinan saya.

Untuk saat ini terlalu repot bagi saya untuk mengurus situs www.harian-aceh.com, blog.harian-aceh.com apalagi blog saya sendiri karena tugas utama saya bukan sebagai administrator web Harian Aceh tetapi di bagian Layout dan desain iklan koran Harian Aceh.

Kalau komentar yang ditulis AmikiCyber, Harian Aceh gak cocok jadi harian berita, kurang tepat menurut saya, seharusnya situs harian-aceh.com kurang cocok jadi harian berita, itu sah-sah saja.

Jadi, kalau Anda membuka atau pembaca setia situs harian-aceh.com, yang kadang kadang ter-update beritanya, kadang juga tidak, mohon dimaklumi karena kami kekurangan personil untuk administrasi web site harian-aceh.com. Atas ketidaknyaman pembaca harian-aceh.com dan blog harian-aceh.com (termasuk blog ini barangkali), saya selaku admin web mohon maaf atas kekurangan dalam up to date.[]

Popularity: 6%

Tags: , ,

7 Responses to “ Antara Hack dan Maaf ”

  1. Aulia on 25/07/2007 at 19:34

    Assalamu’alaikum syahara lon…
    Memang dunia tak selalu memihak pada yang benar dan yang adil, tapi satu yang sangat bernilai di mata Rabb yakni keikhlasan dan niat kita untuk bisa membuat perubahan yang benar-benar berarti bagi semua.
    jangan ragu dengan semua comment yang ada, jadikan bahan untuk bisa lebih berjiwa karena do’a ini pasti bisa bersama tunjukkan yang hak dan musnahkan yang batil.
    Wassalam

  2. Aulia on 25/07/2007 at 19:40

    memimak

    memihak

  3. Ihan on 26/07/2007 at 18:26

    pembicaraan tentang berita yang diangkat oleh wartawan harian aceh tentang mahasiswa amiki tersebut sebenarnya tidak terlalu menghebohkan selain mahasiswa amikinya sendiri yang membuatnya semakin heboh dan diketahui oleh banyak orang dengan memposting dan memberikan komentar dibeberapa website.

    kasus yang sama juga dialami oleh mahasiswa IAIN yang berakhir dengan pemecatan kedua mahasiswa tersebut.

    tetapi, dengan meng hack blog harian aceh yang dilakukan oleh oknum mahasiswa amiki bukanlah langkah bijak, sebab, berita itu memang nyata dan itu memang kasus beneran, artinya sebelum berita itu naik tentunya wartawan sudah melakukan konfirmasi darimana oknum mahasiswa itu berasal. kebetulan saja ia berasal dari amiki, dilain waktu bukan tidak mungkin berasal dari kampus lainnya.

    apabila mahasiswa amiki keberatan, seharusnya bisa melayangkan surat resmi kepada pihak surat kabar, membuat pernyataan bahwa mereka keberatan dengan berita tersebut, semacam hak jawab atau klarifikasi bahwa perbuatan amoral itu dilakukan diluar kampus.

    mencaci maki lembaga tertentu, apalagi disini mengkaitkannya dengan lembaga lain adalah tindakan yang tidak profesional, apalagi itu dilakukan secara tersembunyi, hanya perbuatan simanusia x yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

    orang yang pernah melakukan kesalahan adalah mereka yang tahu titik lemah dirinya sendiri, sehingga dilain waktu ia bisa memperbaikinya. sementara orang yang hanya bisa mencari-cari kesalahan orang lain adalah pengecut yang bersembunyi dibalik kebesaran omong kosongnya.

  4. rd Limosin on 07/08/2007 at 16:47

    yah, bukan salah admin kok. Ak jg sering gitu, terlalu banyak web yg dijaga seeh

  5. novee on 13/08/2007 at 19:16

    waduuuuhhhh….

  6. alex on 20/08/2007 at 23:46

    Tapi saya memang masih mempertanyakan media sejenis Harian Aceh yang tidak segan-segan mencomot artikel di net untuk memenuhi kolom yang ada. Bung Sawali sepertinya salah satu dari korban copy-paste ala harian aceh. Saya punya lembaran-lembaran koran Harian Aceh yang meletakkan tulisan beliau di kolom opini, dan menurut bung sawali tanpa konfirmasi apapun.

    Gimana nih, orang-orang Harian Aceh? Hargai hasil tulisan orang…

  7. hira on 28/08/2007 at 12:00

    kalian ngomong apaan sih?

Leave a Reply