Mandi Basah
BEBERAPA hari terakhir ini, diriku menderita kelelahan. Sebagai seorang pekerja media yang merangkap beberapa bidang pekerjaan sudah cukup terasa lelah setiap hari. Belum lagi diriku sekarang sudah mahasiswa, tambah satu lagi beban seorang sekretaris panitia Aceh Blogger Day, mengurus dari A-X sedangkan dua point lagi Y-Z dibantu kawan-kawan, capek deh.
Akibatnya, jam tidur diriku bisa lebih 10 jam, waduh… Gawat ya, soal yang satu ini. Maklum, memeras otak tiap malam akan over lelap. Apalagi beberapa hari terakhir komputer diriku dua kali down akibat virus, parahnya lagi laptop Al Mubarak tiga kali down. Diriku tidak tahu virus apaan itu, yang kutahu hanya file word berubah exstensinya menjadi .svc. Kalau sudah terinfeksi, kita tidak bisa login. Kalau Vistaku blank total setelah kita masukan password. Gilanya, AVG free 8 tidak tahu apa-apa kalau pertahanannya sudah kebobolan. Terpaksa deh beralih ke ‘ESET Smart Security’ atau yang lebih dikenal dengan Anti Virus NOD 32. Capek bukan?

Kalau rutinitas sebagaimana biasanya, diriku hanya kuliah empat hari seminggu selama 45 menit satu hari. Malamnya kerja, pulang hingga jam 12 malam. Sampai di mes, nonton dauble bioskop TransTv–tergantung filmnya–atau ngomong sama kawan-kawan bahas masalah cewek, merid, pekerjaan sampai isu-isu yang lagi hangat, seperti Obama-Biden 08 hingga eksekusi mati Amrozi Cs. Hehehe…
Tadi siang, diriku memang over lelap, bangun kesiangan. Kebetulan juga hari Selasa tidak ada jam kuliah. Jadi tidak ada jam yang dirugikan, paling telat makan. Di Mes, diriku juga ditinggal sendirian, kawan-kawan sudah berangkat untuk tugas masing-masing. Tidak setia kawan, main tinggal-tinggalan.
Bangun kesiangan bukan hanya ditinggal sendirian, air di bak mandi juga kosong, hiks… Ini bukan salah diriku bangun kesiangan, juga tidak salah kawan-kawan yang kurang setia. Tapi salah kita semua yang telat bayar PDAM, betul… Entahlah. Yang jelas air PDAM di Banda Aceh lagi macet sejak tiga hari yang lalu karena ada perbaikan saluran, katanya.
“Masak pengumuman perbaikan saluran PDAM tak jelas kapan selesainya, cuma tanggal macet dimulai perbaikan, sedangkan tanggal berakhir macet tidak disebutkan” itu ungkapan kekecewaan Fadli kemarin sewaktu minta tanda tangan surat undangan Aceh Blogger Day. Dia entah beberapa hari tidak mandi. Taulah, tanya saja langsung sama yang bersangkutan. Hehehe…
Terpaksa deh diriku mandi di kamar cadangan. Di kamar itu hanya sumur yang beratap awan, berdinding lorong, teras tetangga dan kebun kosong. Sebelah lagi, berdinding pagar beton belakang rumah tetangga. Jadilah kamar mandi itu alternatif kami mandi. Anggap saja kami seperti mandi di sungai atau di pantai. Jadi tak perlu malu, masih ditempat sendiri, jarak dengan teras tetangga pun agak samar-samar ditutupi pagar hidup—pagar yang dipagari dengan batang pohon kedondong liar, bak geureundong dalam Bahasa Aceh, daunnya untuk pakan kambing.
Terus diriku langsung ke kantor, bukan kantor Harian Aceh tapi langsung ke kantor Telkom Plasa Banda Aceh di Simpang Lima, untuk urusan Aceh Blogger Day yang masih belum beres-beresnya. Kali ini untuk urusan ambil spanduk Aceh Blogger Day. Di kantor ini juga diriku tidak Asing lagi di wajah satpam, karena seringnya keluar masuk.
Setelah jumpa dengan bang Fauzan Telkom–abang-abang yang jadi koordinasi kami dengan pihak Telkom, yang kebetulan namanya sama dengan saya–diriku pun dikasih spanduk. Eh taunya belum sah dipasang. Belum dibayar pajak pemasangan. Duh kenapa malah jadi begini, kemarin katanya kami tinggal terima beres dan tinggal pasang saja.
Pak Fauzan bilang, kantor petugas Dispenda lagi ngak ada, padahal Telkom Plasa dengan kantor Dispenda Banda Aceh dekat. Tak tau juga kenapa bisa tidak ada, padahal kita mau bayar pajak, apa orang Dispenda sudah bosan dengan pajak?
Akhirnya saya juga yang akan bayar pajak ke Dispenda. Padahal sore hari ini, kami sudah mau merencanakan pasang. Ya sudah lah, yang penting spanduknya sudah ada. Dan diriku juga tidak mau bolak-balek seperti seterika kurang panas. Jangan-jangan diriku ini masih kurang panas melihat jumlah donasi yang kudapat hehehe… Tak jauh beda juga diriku ini dengan peminta-minta di Simpang Lima, hari sudah gelap setoran belum sampai target. Kacau.
Yang lebih kacau lagi, diriku ini kehujanan di jalanan waktu pulang. Sesampai di lampu merah simpang Jambo Tape, hujan pun tumpah ruah sekaligus lampu hijau menyalak. Diriku pun tancap gas menembus hujan deras di jalan T Hasan Dek. Tak ada tempat untuk berlindung dari kejatuhan hujan sebesar jari telunjuk diseputaran jalan tersebut. Diriku hanya mampu berhenti di Simpang Beurawe di bawah pintu gerbang desa itu. Di gapura yang berornamen sebuah mouse berapi-api dan bertuliskan kata ’speedy’ diriku berteduh. Tak bisa dibanyangkan, bagaimana derasnya hujan sampai membasahi seluruh tubuhku hingga ke dalam orderdil dan muka belakang.
Setelah mengamankan HP di bawah jok motor, dirikupun tancapkan gas lagi menebus hujan deras. Untuk apa menunggu hujan reda, diriku sudah basah semua. Walaupun sejam yang lalu diriku sudah mandi. Barangkali diriku belum basah beneran waktu mandi kamar tak berdinding itu, hingga langit ingin membasahi lagi yang tak basah itu. Ah… anggap saja mandi basah untuk kedua kalinya. Hehehe…
Caption foto;
Diriku kecapean setelah diguyur hujan, semangat diriku tidak berkobar lagi seperti ‘mouser yang berapi-api’ itu setelah disiram ‘hujan’ tak bayar pajak. Ya sudah, dari pada sia-sia tak ada yang liat, diriku tempelin ditembok depan kantor, setidaknya orang yang lewat di jalan T Iskandar tak melewatkannya.
Kredit Foto Azuel
Popularity: 20%








Fauzan,
Jangan pernah menyerah dengan apa yang terjadi, maju dan terus berjuang!
Selamat Ultah ABC, semoga memberikan pencerahan buat generasi baru Aceh.
Salam
Ruslan
Semangat terus bang
demi kemajuan aceh.
oya supaya gak kenak virus lagi solusinya beralih ke linux aja he..he..laptop saya udah 2 thn pakek linux gak pernah kenak virus tu apalagi pakek antivirus
Ingin ku support acara yang pasti akan membawa khazanah keilmuan buat aneuk2 nanggroe ini secara langsung. Tapi apa daya… tuboh di rantoe..tapi yakinlah jiwa teutap di nanggroe…. hehehehe…
Seumangat beh….
wah, pekerjaan menumpuk? justru di situlah dinamikanya, bung ozank. sekaligus belajar memanage diri. ok sukses selalu buat bung ozank.
Santai boss
buatlah pekerjaan jadi menyenangkan
salam
Jaka
http://www.pantaibarataceh.blogspot.com
oiii zan hana asii nyan..masak photo2 sidroe hana pakat2 kamoe…..hana rela nyo hana relaaaa………
)
Ah yang penteng foto dokumentasi bek tuwe, nyan ka sep na catatan bak Malaikat.
Membaca tulisan ini, saya jadi malu bang…. Sangat….
lakee meuah hanjeut berpartisipasi bak ulang tahun acehblogger yang ke-1, lon tuwoe that menjak bantu bacut dari ranto, mudah2an insyaALLAH thon ukeu jeut..
K
Eh mandi basah itu mandi ujan ?!? ….good luck !!
saya lihat anda suka dengan seni photography, saya tertarik, coz saya juga sangat suka dengan hal itu…
Kasi liputan ttg wisata di Sabang dunk. Katanya cakep ya.
Salam kenal ya.
terharu dengan perjuangannya…. bravo bung
@ Fakhrurradzie Gade
Mudah-mudahan, ini awal yang baik.
blog yang bagus