Aliran Sesat

06/11/2007
By admin

KONFLIK sektarian sunni versus syiah di Irak terus terjadi dan menjadi “sarapan pagi” umat beragama apapun di belahan dunia ini, karena koran-koran, televisi dan jaringan radio berita kelas dunia terus menjadikannya komoditi.Setiap hari, ada saja muslim sunni dibunuh di berbagai distrik di luar Baghdad. Begitu juga sebaliknya, tak terhitung penganut syiah yang menjadi korban. Bayi tak berdosa hingga para jompo, bisa menjadi korban kapan saja.

Misi PBB untuk Irak pernah menyebutkan, konflik sektarian memuncak setahun lalu. Lebih dari 3.600 warga sipil tewas selama Juli 2006. Lebih 3.000 lainnya tewas sepanjang Agustus. Meningkatnya kekerasan sunni-syiah dimulai Februari 2006, setelah kelompok Sunni mengebom Mesjid Al Asykariah di Distrik Samarra, salah satu mesjid paling suci bagi Syiah.

Dalam sebuah literatur, masalah imamah (kepemimpinan) menjadi perbedaan paling fundamental bagi sunni-syiah. Sunni menganggap masalah kehidupan umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad diserahkan kepada umat Islam, sedangkan syiah menganggap suksesi kepemimpinan setelah Muhammad telah ditetapkan Allah untuk Ali bin Abi Thalib dan sebelas keturunannya. Karena itu, syiah yang dianut lebih 60 persen rakyat Irak disebut syiah itsna ’asyariyah (syiah duabelas imam).

Walau tidak prinsipil, dua aliran pemikiran ini juga menurunkan banyak perbedaan, mulai dari soal shalat hingga pada ritual keagamaan lainnya. Ini membawa pemisahan sosial lebih jauh pada dua kelompok, yang terus bertikai sejak awal wafatnya Nabi Muhammad hingga masa sekarang.

Irak, dari dulu sampai kini, masih berdarah-darah. Muslim di sana terbelah-belah. Di luarnya, “barat” dan kafirun bertepuk tangan; merasa menang.

Kita, muslim dan muslimah, terpukul oleh konflik itu dan menjadi bagian kepedihan saudara seiman kita di Irak, walapun “Negeri 1001 Malam” itu jauh. Kita, selalu menjadi bagian yang merasa miris.

Kita malah semakin terpukul, karena sektarian sekarang juga menjadi masalah di negeri ini, setelah baru-baru ini Al Qiyadah Al Islamiyah “memancing” reaksi muslim di Pulau Jawa, bahkan melebar hingga ke Aceh.

Al Qiyadah ada-ada saja. Rasul mereka, Ahmad Moshaddeq yang sesat itu, menganjurkan pengikutnya cukup shalat malam saja (tidak lima waktu), tidak perlu puasa ramadhan, zakat hanya untuk kalangan sendiri dan haji ke Baitullah tidak perlu dilakukan.

Sebelumnya, kita juga dibuat resah oleh aliran sesat Ahmadiyah. Aliran ini dianggap sesat, karena Mirza Ghulam Ahmad, yang berasal dari Desa Qadian, Punjab, India, telah dianggap sebagai nabi oleh pengikutnya. Mirza juga mengaku dirinya sebagai nabi, dan mengatakan ia mendapat tugas dari “tuhannya” untuk mem-bai’at umat.

Jemaat Ahmadiyah telah ada di dunia ini sejak tahun 1889. Di Indonesia sendiri, aliran ini ada sejak 1953, ditandai dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada masa itu.

Islam, yang kita pegang teguh, sedang diuji di kanan-kiri. Kita harus hati-hati dan selalu waspada dari serangan semua anasir sesat yang sedang mengintip, mencari kelengahan dan siap menikam.

Ulama-ulama, yang menjadi “lilin penerang” bagi umat, jangan lagi tinggal diam. Kita butuh satu ketegasan untuk mengantisipasi semua bentuk pemurtadan di Aceh. Kita harus tunjukkan bahwa kita tegar. Kita harus buktikan bahwa Islam kokoh dan tak mudah dihancurkan.

Kita harus mengantisipasi semua ajaran sesat yang sedang berusaha menyalip. Agar kita menang. Agar “barat” dan kafirun tak bertepuk tangan.(ed/ha)

Popularity: 9%

Tags: , , , ,

5 Responses to “ Aliran Sesat ”

  1. rd Limosin on 11/11/2007 at 11:43

    yup, harus hati²

  2. heikhal on 17/01/2008 at 19:45

    sesat… penisbatan sesat seringkali menjadi pemicu konflik umat. Pemikiran manusia berbeda-beda, bermacam aliran akan muncul, yang pasti keyakinan yg dianut dianggap paling benar.

    Itu bukan sebuah problem bagi atheis dan agnostikis. So, haruskah menjadi atheis atau agnostik untuk menghindari konflik umat? of course no… itu bukan solusi… atheis dan agnostik pun seringkali berkontroversi dengan umat beragama… juga menganggap diri paling benar.

    Yang namanya pemeluk suatu agama pasti menanggap pemeluk agama lain sesat, bagi Muslim, Kristen, Budha, Hindu, dll juga sesat, begitu juga sebaliknya.
    so kenapa mesti diributkan?

    Nah solusinya jalani hidup Anda menurut agama Anda. Toh yg tidak sesuai dengan keyakinan kita ya semuanya sesat… tak perlu diributkan…

    Cuma, jika paham2 baru melecehkan paham lain, patut dipermasalahkan… :D

    Paham2 baru no problems for me :D
    Membuat paham2 baru, sama saja dengan kreativitas, berkreasi itu HAM. Menurut saya sah2 saja…
    yg penting paham2 baru tersebut bukan sempalan dari agama yg sudah ada (tidak kreativ :D ), apalagi melecehkan sempalan…

  3. Rosyidi on 15/02/2008 at 20:23

    Hidup sunni :)
    Sunni itu sebenarnya diambil dari kata2 sunnah. So, Sunny adalah penganut Sunnah. Ahlus sunnah wal jamaah. Karena itulah mereka disebut sunni.
    Untuk ajaran di Indonesia, lebih dekat kepada Sunni daripada Syiah.
    Kalo Syiah, coba aja baca http://hakekat.com/

  4. [ Nugraha ] on 15/02/2008 at 21:07

    Ironis banget ya… tetangga sebelah kiri saya adalah tempat berkumpulnya Aliran Ahmadiyah. Jelas-jelas terpampang di banner rumahnya dengan tulisan Jemaah Ahmadiyah.

    Anehnya lagi kalau waktu sholat Jumat tiba, mereka kok pada sholat jamaah di rumah itu ya ?

    Ini salah satu yang sesat…

  5. abu fathan on 04/06/2008 at 16:34

Leave a Reply