Refleksi Tahun Baru, Masehi dan Hijriah

04/01/2008
By admin

ROMAWI, 63 Sebelum Masehi (SM). Bumi berputar. Kiblat kalender Masehi dari sana. Cleopatra, “dewi penakluk” anak Auletes, raja Mesir, merubah Romawi. Kemolekan dan kehangatan tubuh Cleo—Cleopatra—menjerat alur pikir Julius Caesar, pendiri imperium Romawi. Perselingkuhan “tradisonal” terbangun. Rapi, tak tampak. Selembut kain sutra. Halus, seperti tubuh Cleo. Berbirahi.

Usia 12 tahun, Cleo simbol seks. Terusir dari benteng istana, enam tahun setelahnya. Tryphaena, kakak tertua, merebut tahta. Berenice, sang adik tengah, sama. Cemburu. Rakus. Membunuh Tryphaena, menduduki tahta. Mereka serakah. Mestinya Cleo berkuasa di Mesir sepeninggal Ptolemy XII (gelar ayahnya), pada 51 SM. Ptolemy berhutang 10.000 talen—dua kali lipat APBN Mesir—kepada Roma.

2008, usia almanak Caesar. Pra Masehi, Caesar terbakar cinta Cleo. Romawi takluk. Hutang Mesir terhapus. Kini, Caesar sudah mati, Cleo juga. Caesar dibunuh Brutus, Cleo bunuh diri. Mark Anthony, sahabat Caesar, sama. Terjerat asmara Cleo. Kalah perang dengan Octavian. Bunuh diri. Mereka icon kehidupan. Mereka dikenang, dijadikan berjuta-juta cerita. Sisi gelap sejarah Cleo dicatat Plutarch, penulis biografi asal Yunani. Hidup di abad pertama.

Tahun Masehi adalah Caesar. Bunga api, harapan, impian, terbakar di kaki langit. Muslim, Nasrani, Budha, Hindu, Kristen, dan Jahudi, larut. Mereka bangga. Makna bukan musuh. Euforia, glamour, kasta-kasta bergumul. Caesar sudah mati, Cleo juga. Kita, tetap ria.

Islam punya penanggalan 1 Muharram (1429)–10 Januari 2008. Spiritualistik. Simbol peradaban Islam. Hijrah. Tidak sekular. Kristen (Katholik) punya liturgi, tahun berawal pada hari Minggu, Adven-I. Menanti kedatangan sang penyelamat Yesus Kristus ke dunia.

China tak kalah. Punya Imlek. Warisan budaya tinggi. Lebih tua dari Masehi (Sekarang Tahun Baru China ke 2559). Dua setengah millennium usia penanggalan tahun China. Salah satu bangsa tertua di dunia. Kaya khazanah peradaban. “Tuntutlah ilmu walau ke Negeri China,” Nabi Muhammad saw pernah bersabda. Dan lain sebagainya.

Pemaknaan tahun baru Masehi, sering bias. Perenungan berubah menjadi hura-hura. Ingin dibilang keren. Gaul. Ngetrend. Remaja muslim tak mau kalah. Kalau nggak ikutan, hidup belum hidup. Tak jelas!

Tahun baru bukan Cleo. Tidak juga Caesar. KBBI, Balai Pustaka, 562, menyebut tahun baru Masehi, hari raya Nasrani. Sekali lagi, milik Nasrani! Islam tidak antipati. Islam demokratis, pluralistik. Islam bukan sekular, tapi pembaruan hakiki. Moderat, tidak ortodok. Damai, bukan militan.

Senin, 1 Januari 2007, tahun baru masehi datang. Cleo, Caesar, terlalu jauh berpisah waktu dengan kita. Tapi, auranya terus hidup. Kemolekan dan keindahan lekuk tubuh Cleo fenomena bagi wanita, bagi dunia. Dio Cassius, sejarawan Yunani, menulis garis tubuh Cleo dengan kata. “Dia wanita terindah dan memiliki kekuatan untuk menaklukkan siapapun.”

Di mata wanita dan pria, Cleo legenda. Dewi asmara ini tahu bersolek, merawat keindahan tubuh dengan ramuan unik. Tikus bakar, nama resep kecantikan Cleo, bikin kita geli. Untuk secuil keindahan, arwah Cleo, juga Caesar, barangkali tak marah jika mau mencoba mencicipi. Apakah Anda siap menyantap hidangan tikus bakar Cleopatra di tahun baru 2008? –(Dari Mohsa El Ramadan)

Popularity: 100%

Tags: , , , , , , , , , , ,

4 Responses to “ Refleksi Tahun Baru, Masehi dan Hijriah ”

  1. omyn@suckids on 10/07/2008 at 14:44

    Penanggalan masehi dimulai dari mana ya ?? kan ada sebelum masehi dan sesudah masehi , moment yang memisahkan tahun masehi itu apa ya .. seperti hijriyah kan karena ada moment hijrah nya nabi ..

  2. ApplyCreditCards on 28/05/2009 at 18:05

    The article on antibiotics are very good.

  3. sangkebenaran on 08/01/2010 at 04:07

    http://sangkebenaran.blogspot.com/

    Inilah contoh ajaran suci Muhammad:

    Dikisahkan Jabir bin ‘Abdullah: Ketika aku menikah, Rasullah bersabda kepadaku, perempuan macam apa yang kamu nikahi? Aku menjawab, aku menikahi seorang janda muda? Beliau bersabda, Mengapa kamu tidak bernafsu pada para perawan dan memanjakannya? Jabir juga berkisah: Rasullah bersabda, mengapa kamu tidak menikahi seorang perawan muda sehingga kamu dapat memuaskan nafsumu dengannya dan dia denganmu?

    Hadits Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 17.

    A’isyah (Allah dibuatnya bahagia) diceritakan bahwa Rasullah (semoga damai sejahtera atas beliau) dinikahi ketika usianya tujuh tahun, dan diambilnya untuk rumahnya sebagai pengantin ketika dia sembilan tahun, dan bonekanya masih bersamanya; dan ketika beliau (Nabi Yang Kudus) mampus usianya delapan belas tahun.

    Kitab Sahih Muslim 8, Pasal 3311.

    Dikisahkan A’isyah: bahwa Nabi menikahinya ketika dia berusia enam tahun dan menikmati pernikahannya ketika berusia sembilan tahun. Hisham berkata: Aku telah menceritakan bahwa A’isyah menghabiskan waktunya dengan Nabi selama sembilan tahun (yaitu hingga kematiannya).

    Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 65.

    Muhammad telah bernasu birahi kepada anak berusia enam tahun. Apa yang tersimpan di dalam otak Muhammad? Apa pikiran mesum nabi merupakan perbuatan suci?

  4. wewe on 16/01/2010 at 03:19

    Meluruskan Riwayat Pernikahan Rasulullah SAW-Aisyah r.a.

    Berita Syekh Puji menikahi gadis berusia 12 tahun cukup membuat resah banyak
    kalangan. Di media dia beralasan salah satunya karena mencontoh Rasulullah yang
    menikahi Aisyah ketika Aisyah berusia 6 tahun. Sehingga jika Rasulullah
    menikahi Aisyah yang 6 tahun, tidak bersalah dong kalau dirinya menikahi gadis
    yang berusia 12 tahun.

    Tulisan ini mencoba meluruskan riwayat pernikahan Rasulullah dengan Aisyah ra.
    yang telah berabad-abad lamanya diyakini secara tidak rasional. Dan efeknya,
    orientalis Barat pun memanfaatkan celah argumen data pernikahan ini sebagai
    alat tuduh terhadap Rasulullah dengan menganggapnya fedofilia. Mari kita
    buktikan. Secara keseluruhan data-data yang dipaparkan tulisan ini diambil dari
    hasil riset Dr. M. Syafii Antonio dalam bukunya, Muhammad SAW The Super Leader
    Super Manager (2007).

    Kualitas Hadits
    Alasan pertama. Hadits terkait umur Aisyah saat menikah tergolong problematis
    alias dho’if. Beberapa riwayat yang menerangkan tentang pernikahan Aisyah
    dengan Rasulullah yang bertebaran dalam kitab-kitab Hadits hanya bersumber pada
    satu-satunya rowi yakni Hisyam bin ‘Urwah yang didengarnya sendiri dari
    ayahnya. Mengherankan mengapa Hisyam saja satu-satunya yang pernah menyuarakan
    tentang umur pernikahan ‘Aisyah r.a tersebut. Bahkan tidak oleh Abu Hurairah
    ataupun Malik bin Anas. Itu pun baru diutarakan Hisyam tatkala telah bermukim
    di iraq. Hisyam pindah bermukim ke negeri itu dalam umur 71 tahun.
    Mengenai Hisyam ini, Ya’qub bin Syaibah berkata: “Apa yang dituturkan oleh
    Hisyam sangat terpercaya, kecuali yang disebutkannya tatkala ia sudah pindah ke
    Iraq.” Syaibah menambahkan, bahwa Malik bin Anas menolak penuturan Hisyam yang
    dilaporkan oleh penduduk Iraq. (Ibn Hajar Al-Asqalani, Tahzib al-Tahzib. Dar
    Ihya al-Turats al-Islami, Jilid II, hal. 50) Termaktub pula dalam buku tentang
    sketsa kehidupan para perawi Hadits, bahwa tatkala Hisyam berusia lanjut
    ingatannya sangat menurun (Al-Maktabah Al-Athriyah, Jilid 4, hal. 301).
    Alhasil, riwayat umur pernikahan Aisyah yang bersumber dari Hisyam ibn ‘Urwah,
    tertolak.

    Urutan Peristiwa Kronologis
    Alasan kedua. Terlebih dahulu perlu diketahui peristiwa-peristiwa penting
    secara kronologis ini:
    Pra-610 M : Zaman Jahiliyah
    610 M : Permulaan Wahyu turun
    610 M : Abu Bakar r.a. masuk Islam
    613 M : Nabi Muhammad SAW mulai menyiarkan Islam secara terbuka
    615 M : Umat Islam hijrah I ke Habsyah
    616 M : Umar bin al-Khattab masuk Islam
    620 M : Aisyah r.a dinikahkan
    622 M : Hijrah ke Madinah
    623/624 M : Aisyah serumah sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW.
    Menurut Al-Thabari, keempat anak Abu Bakar ra. dilahirkan oleh isterinya pada
    zaman Jahiliyah. Artinya sebelum 610 M.
    Jika ‘Aisyah dinikahkan dalam umur 6 tahun berarti ‘Aisyah lahir tahun 613 M.
    Padahal menurut Al-Thabari semua keempat anak Abu Bakar ra. lahir pada zaman
    Jahiliyah, yaitu sebelum tahun 610. Jadi kalau Aisyah ra. dinikahkan sebelum
    620 M, maka beliau dinikahkan pada umur di atas 10 tahun dan hidup sebagai
    suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW dalam umur di atas 13 tahun. Kalau di
    atas 13 tahun, dalam umur berapa pastinya beliau dinikahkan dan serumah? untuk
    itu kita perlu menengok kepada kakak perempuan Aisyah ra. yaitu Asma.

    Perhitungan Usia Aisyah
    Menurut Abdurrahman ibn Abi Zannad, “Asma 10 tahun lebih tua dari ‘Aisyah ra.”
    (At-Thabari, Tarikh Al-Mamluk, Jilid 4, hal. 50. Tabari meninggal 922 M)
    Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani, Asma hidup hingga usia 100 tahun dan meninggal
    tahun 73 atau 74 Hijriyah (Al-Asqalani, Taqrib al-Tahzib, hal. 654). Artinya,
    apabila Asma meninggal dalam usia 100 tahun dan meninggal pada tahun 73 atau 74
    Hijriyah, maka Asma berumur 27 atau 28 tahun pada waktu Hijrah, sehingga Aisyah
    berumur (27 atau 28) – 10 = 17 atau 18 tahun pada waktu Hijriyah. Dengan
    demikian berarti Aisyah mulai hidup berumah tangga dengan Nabi Muhammad SAW
    pada waktu berumur 19 atau 20 tahun.
    Allohu a’lam bishshawab.

    ustadz Syafii Antonio

    nb:
    Lalu kalau Rasul dituduh hobinya ngawini bocah cilik,mengapa bini2 yang lain
    sudah dewasa semua?
    Khadijah : janda umure 40 th.
    Zainab binti Khuzaimah:janda anake 9,coba tebak umure piro.
    Umu Habibah:janda anaknya Abu Sofyan,bertubuh gemuk juga bukan bocah.
    Raihana:janda dari Kepala suku Yahudi Bani Quraizah.bukan bocah.
    Maria Kiptyah:Persembahan dari Rojo Mesir,sekitar 18 th.Ini blasteran Mesir
    Koptik dengan Italy,bukan bocah.
    Maimunah:bukan bocah.

Leave a Reply