Posting Pungo
Akhir-akhir ini saya lagi miskin posting. Lagi-lagi penyebabnya busy, barangkali sih, iya. Padahal banyak sekali cerita yang layak untuk di-blog-kan. Mulai dari persiapan final kuliah hingga masa liburan. Dari ngopdar sama sama Cehger, hingga menjadi pengemis untuk solidaritas muslim Rohingya. Dari rutinitas sehari-hari sebagai layouter koran, hingga layout pungo (gila).
Pokoknya buanyaak banget cerita yang layak untuk diperbincangkan, dari tabu, sara, lucu, sedih, senang dan gila. Semuanya bercampur aduk, jadi satu.
Nah… ada ide nie, saya tadi bilang, kalau saya lagi miskin tulisankan? Biar tak miskin lagi, bagaimana kalau saya menulis cerita tentang semua itu, seperti tulisan waktu dibohongi GSM 3. Menulis seperti itu gampang lho, bak air mengalir.
Baiklah, apapun cerita, saya tetap akan menceritakan satu persatu walau saya lagi bermasalah dengan busy, sehingga miskin ide menulis di blog ini, munculah firewall sebagai penghalang.
Eps… saya lupa, kalau saya tulis semua dari soal tabu, sara, lucu, sedih, senang dan gila seperti postingan yang ini, pasti tak mungkin, karena saya lagi miskin idekan? Menulis cerita yang panjang pun tidak bagus, karena kawan kita, si muda, nek kalau tulisan panjang-panjang sekali.
Dia sendiri postingan cuka satu kata, ‘tes’. postingan terpendek kayaknya—Kalau kegiatan ngblog dan ngeposting ketauan Jaya Suprana pasti akan jadi masuk record Muri dalam kategori poting terpendek di kalangan blogger indonesia, apalagi di kalangan Cahger. Untung si pemilik perusahaan Jamu Jago itu tidak ngeblog, kalau iya, Cahger akan masuk Muri lewat si Muda. Peace ya Mud, ngerti ya, aku lagi miskin post, jadi biar tak miskin aku ngawur aja ya… Hehehehe…
Oya, waktu tulis ini, pikiran saya ngawur dan lahirlah sebuah ide, trik nge-post saat krisis. Kayaknya boleh juga dipakai blogger kalau lagi menderita krisis ide tulisan.
Mau tau cara menulis banyak cerita soal tabu, sara, lucu, sedih, senang dan gila dalam satu atau dua paragraf. Tulisannya juga lengkap, padat dan semua tergambarkan secara jelas, bagaikan telah menbaca sebuah cerpen.
Gila kan idenya. Penulis sekaliber Goenawan Muhammad, Andres Harsono, bahkan gurunya Goenawan dan Andreas, Tom Rosentil yang melahirkan konsep jurnalisme sastrawi pun tak terpikirkan ide gila ini. Kalaupun tau, dia pasti tak mau tahu. Namanya ide gila, wek….
Jadi langsung saja ya.
“Akhir-akhir ini, saya sangat sibuk, bahkan tak mampu mengisi blog ini dengan kata-kata indah dan memberikan banyak manfaat buat pembaca. Padahal, kegiatan sibuk itu, kalua saya ceritakan akan lebih lengkap. Bak kuliner akan lengkap kalau ada garam, padahal garam itu bahan yang sangat murah dan meriah. Anda akan tau efeknya, kalau garam tersebut lupa ditaruh sang koki, mungkin kuliner kakek KFC tidak akan terkenal sampai sekarang.
Soal cerita sara, lengkapnya seperti ini. Kemudian cerita lucunya yang ini. Yang sedih ini. Yang senang itu. Dan yang gila begini ceritanya. Lengkapkan? Satu paragraf sudah menceritakan semua, lengkap dengan foto-foto. Hehehe… Selamat menikmati trik yang satu ini dan silahkan coba.
Satu lagi, mau tau soal gila orang Aceh, baca saja buku Aceh Pungo (Aceh Gila). Harganya Rp50 Ribu. Mau berminat. Silahkan kontek saya. Di sini.[]
Popularity: 6%









semoga ke-pungo-an ini masih bisa menorehkan ide dan resolusi yang bisa di banggakan di hari kelak nanti.
Tulisan ama judulnya cocok sekali, ntah ape…apa :p
walaupun pungo,,
tapi tetap bisa postingkan,,
mantab,,,nice,,
@ hack87
Trims…
Fadli Idris
Hehehe… tapi mantapkan?
@ Fahlevi
TQ…
Santai aja lagi
bg, ada e-booknya ga?
Ujung-ujungnya marketing hehehe [peace].
Salam kenal.
jualan buku ya bang ozan…
aslm.
Salud!
Tetap berkreasi!
Interesting article, i will come back to your blog soon, best regards
@ Buy creatine
Thank… see you letter
Your blog is very interresting for me, i will come back here..
hai,
tulisan yang bagus, sorry numpang thread comment ini sebagai salam perkenalan… saya Agus Suhanto