Kopdar I Blogger Aceh, Seru Juga
SEWAKTU saya baru ngeblog dan menjalankan ‘ritual’ blog walking ke ‘rumah’ kawan-kawan di Jakarta, dan wilayah jabotabek lainya, saya selalu berjumpa dengan posting ‘kopdar’. Saya bingun apa itu kopdar? Dan tambah bingun lagi setiap ada kata kopdar, kok ada pertemuan, kuliner dan akhir kata, dokumentasi di blog masing-masing. Seru kan?
Saking bingun apa maksud kopdar dengan pertemuan itu? Saya coba tanya sama oom google. Eh, oom bukan menjawab kopdar adalah … malah menceritakan kopdar-kopdar yang lain. Ya udah, besoknya saya tanya sama ‘ponakan’ oom google, si Haikal. Dengan sedikit sombong dia menjawab, ‘jeh hana di tupu, nyan maksud jih kopi darat disingka jadi kopdar’. Kami pun ketawa bahak-bahak.

Dari kiri ke kanan, mulai dari yang bertopi; Haikal, Husni, Fauzan, Salman, Zulham, dan Fadli Idris panglima blogger Aceh.
Memang ada perbedaan jauh antara oom google dengan ponakanya itu. Kalau kita tanya sama oom, dia menjawab dengan sopan dan apa adanya. Berbeda dengan ponakanya itu, si Haikal, kalau menjawab ada gurat sinis. Padahal, dia tau arti kata kopdar itu dari pamanya juga, oom google, setelah mengalami ’sidrom’ bingun dengan kata kopdar. Cuma dia lebih pintar soal pertanyaan yang di lemparkan sama oom google, ketimbang saya. :d
Wah, setelah selediki lebih jauh, kata kopdar itu, kata lama di populerkan kembali oleh para blogger sekarang. Dulu, kopdar itu dilakukan oleh para pendengar setia radio. Setelah saling kenal dan sapa menyapa di udara, barulah kenal-kenalan secara tatap muka sambil minum kopi di suatu tempat yang telah ditentukan sebelumnya.
Maka populerlah kata kopi darat yang di singkat jadi kopdar, untuk melakukan pertemuan nyata secara tatap muka setelah saling kenal sebelumnya di udara, internet, chatting, dan dunia entah-berantah lainya.
Itulah yang kami lakukan sore hari kemarin, di Green Cafe, Banda Aceh. Kopdar ini di cetus oleh Panglima Aceh Blogger, Fadli Idris yang beberapa hari sebelumnya telah ‘menenpelkan’ pengumuman di milis Aceh Blogger bahkan di situs resminya.
Sekilas, kalau kita baca respon kawan-kawan di milis tentang kopdar ini, wah kayaknya seru banget. Banyak yang akan datang pada kodar perdana ini. Tapi, nyatanya yang datang malah lebih dari seru.
Bukan seru jumlah yang datang, tapi suasana sewaktu kopdar itu sendiri, cair dan cepat akrap, jauh seperti yang saya bayangkan sebelumnya, kaku dan kikuk. He…. he…. maklum baru pertama kali.
Kalau dari anggota yang datang, sangat memprihatinkan, tidak seperti tanggapan di milis. Sudah panitia telat datang–maaf Panglima, bukan menunding panitia, kalau laporan, memang apa adanya–yang datang cuma tujuh orang, pulang satu tambah satu lagi di detik-detik terakhir. Jadi, peserta kopdar totalnya tujuh orang.
***
Minggu, 20 Juli 08, sekitar jam 3.30, saya dan Dind tiba di kantor setalah putar-putar Banda Aceh cari buku ngajar kelas 3 SMP untuk Dinda. Dan aku juga dibelikan buku oleh Dinda, bukunya Mutya Hafid ‘168 jam dalam sandera’ memoar jurnalis Indonesia yang disandera di Irak. Kalau sudah ‘khatan’ saya baca, akan saya review memoar tersebut, nantikan ya.
Setalah 20 menit duduk di lobi kantor, masuk Taufik Al Mubarak dan dari lantai atas turun Zulham bersama Husni yang telah ditunggui Haikal depan Harian Aceh.
“Kajak kah” kata Haikal memastikan, apakah saya ikut.
“Kujak, tapi siat treuk, awai that mantong, golom poh peut pih“.
“Ka hai, karap poh peut, pu lom” sahut dia sambil menampakkan layar HPnya, bahwa jam sudah mendekati jam 4.
“Kajuet, kajak ju le, ku pike golom trok poh peut”. Dan mereka pun hilang ditengah jalan.
“Kiban Fik–panggilan yang biasa kami panggil untuk Taufik al Mubarak–tajak tanyoe bak kopdar Aceh Blogger di Green Cafe”.
“Jeut hai, tapi lon ku jak kubah tah le di ateuh“, jawab taufik sambil berjalan menuju lantai tiga ruang Redaksi.
Kami pun pergi melintasi jalan T Iskandar, belok kiri simpang PPKP, melewati Hotel Hermes Palace, kami tiba di Green Cafe di jalan T Nyak Makam, atau pas di samping kantor harian Rakyat Aceh.
Ada sedikit keanehan di benak kami saat memasuki Gren Café. Tempatnya masih banyak yang kosong. Posisi Haikal, Zulham dan Husni yang lebih dulu datang kok tidak ada. Apa mereka tersesat ya. Yang ada Cuma satu orang duduk di meja sebelah kanan, dan meja sebelah kiri dipenuhi oleh empat orang lagi serius ngobrol. Kemudian di meja tengah sebalah kanan, sepasang abang dan kakak lagi serius dengan laptonya. Apa orang-orang ini peserta kopdar. Tapi kok anehnya.
Tanpa mikir-mikir lagi, saya langsung masuk dan ucapkan salam, dengan kepedean saya menyalami sama orang yang duduk sendirian di meja sebelah kanan paling depan. Kemudian langsung duduk di meja kedua sebelah kanan. Sedangkan Taufik, bukanya masuk dan duduk besama saya, tapi malah masuk ke kantor Rakyat Aceh, menemui kawannya. Dasar, si Taufik, teganya dirimu tinggalin ‘gue’ sendirian.
“Bang, Aceh Blogger ya” sapa cowok sendirian itu.
“Ya…” jawab saya. Dan saya pun bergegas duduk bareng dia di meja paling depan itu.
Kami pun kenalan kembali.
“Fauzan”
“Salman”
“Kok Sendirian, yang lain mana, dan orang-orang ini?” Tanya saya mengawai pembicaraan sambil menunjukkan ke arah meja sebelah kiri, yang dipenuhi empat orang pria. Salman menjelaskan, bahwa dia sendiri yang baru datang, sedangkan yang lainnya bukan peserta kopdar. Dan pembicaraan kami berdua selanjutnya perihal blog masing-masing dan seputar blog Aceh Blogger.
Jam sudah menunjukkan angka 4 lewat. Panitia seharusnya datang lebih awal, dan menyambut undangan, eh… ini malah terbalik nyambut. Bagaimana tidak, ketiga orang yang sesat itu, nongol juga, mereka adalah Haikal, Zulham dan Husni baru muncul setelah pesanan kopi kami siap.
Taufik Al Mubarak, setelah melihat kami penuh satu meja, dia baru merapatkan posisi. Setelah Tanya sana-sini dan saling kanal, Taufik Al Mubarak pun menanyakan panitianya mana? Dia memang lagi sempit waktu, maklum Redaktur Politik HA dan penulis kolom pojok gampong itu harus sudah stand by di desk daerah menyambut berita wartawannya.
Setelah menyelesaikan minum, Taufik undur diri, “salam aja buat panitia”, katanya singkat.
Memang soal ketepatan waktu, memang sudah menjadi hal yang sangat biasa pada setiap acara. Kopdar pun molor selama 45 menit tanpa kedatangan panglima blog.
Akhirnya datang juga—plus-plus, tidak pakek—yang kami tunggu, panitia yang mengundang sekaligus panglima Aceh Blogger, Fadli Idris.
Jadi ini Fadli Idris, gumam saya dalam hati. Kami memang sudah saling kenal sebelumnya di internet, saling komen blog dan chatting.
Hari itu, hari bersejarah bagi kami semua yang hadir. Sebuah pertalian baru dan nyata menyambung kembali. Jabat tangan, ngobror dan ngopi bareng setelah cengar-cengir cukup lama di dunia maya, ternyata menyenangkan sekali. Pokonya seru…[]
Note: Hasil pembicaraan yang lebih seru lagi tidak saya posting di sini, tapi di milis Aceh Blogger. Mohon maaf, karena ini bersifat tertutup bagi peserta Aceh Blogger. Insyaa Allah akan saya posting ke depan. Terima Kasih.
Popularity: 10%








Maaf….. sekali lagi maaf atas keterlambatan saya. Maklum ketiduran setelah bantuin anak-anak KTI AMIKI.
Seru banget acara kopdarnya, rugi bagi yang gak ikut. :p
Minggu depan kala ada kopdar saya gak bisa ikut nie, ada tugas kantor keluar kota.
(
Salam Aceh Blogger.
assalamulaikum wb. kalo boleh saya ingin dikabari juga kalo ada petermuan2 di banda aceh. salam kebal buat anak anak kopdar di seluruh penjuru dunia. buka blog gue.
http://partaiaceh1.worpress.com
selamat buat kopdar
pertamaxperdananyammm alex ga ikutan?
Salam alaikum…keknya seru banged deh…
Saya entah Kopdar ABC keberapa bisa menghadiri…
Entar dibuat ya..Inikan Baru Kopdar pertama…ada Kopdar abc 2,3 dan seterusnya….
Keknya harus ada waktu baku deh setiap bulan atau dua bulan sekali…misalnya Minggu pertama awal bulan… atau gimana…
see you
Wah….seru na kopdar perdana.
awas ketagihan ye.
panjang juga
… tp lucu juga gak tau istilah kopdar
SELAMATX
Laporan dari saudara Ozank, ka lon tuan posting bak ABC.
Silakan di koment inan manteng, agar rame sedikit.
Kopdar pertama begitu seru….
wah..pasti jadi ketagihan kopdar nie berikutnya. :d
Wew.. Kopdar.. Hawa teuh, tapi uroe nyan harus ln jak u blang, adak meudeh meuteumeung jak..
Di mana-mana lagi musim kopdar nih!!
semua org pada kopdar. menjalin silaturahmi memang perlu… sip lah..!!
**eh kafe di aceh itu spt apa yaa.. apa ada jual bir jg kyk kafe22 lain ?
@ Mom Baby Vay
Cafe2 di Aceh ngak ada yang jual bir, kalaupun kedapatan jual secara ilegal dapat hukuman cambuk, hmm gawatkan…
Makanan di cafe aceh semuanya 4 sehat 5 sepurna… hehehe..
@yuswadi
@ Mubaraq
Walaikum Salam…
Makasih udah berkunjung ke “rumah” saya.. Kamu tinggal di Aceh? Dimananya? Dulu aku sering ke Banda Aceh, karena ortu tugas di situ. Terakhir thn 1999 Aku pernah 3 bulan di Banda buat ngikutin kursus. Apa kabar Banda Aceh saat ini? Bakso Gajah masih jualan gak?
Assalamualaikum
Wah, kayaknya ga ada yang sebaya ni? Hahahaha…
Udah abang-abang semua yang ikut kopdar. Citra juga pengen ikut tapi jaoh kali harus ke Banda Aceh.
Tapi kalau ada kopdar lagi jangan lupa kasih tau lagi ya..Siapa tau kan citra lagi dinas di banda jadi bisa ikut. Biarlah jadi yang paling muda. Hehe…
rame sjit yang komen…hana hayue kopdar barosa, karena panitia jih hana ontime…
salam kenal dari bandung
saya suka membaca artikel anda, jangan tanya kenapa
http://hendra07.wordpress.com
sukses buat aceh..
Wah asyik dong blogger satu daerah bisa ngumpul.. kapan ya, blogger daerah ku berau bisa ngumpul jg gini?!
Hehehe, blog junior macam saya sudah layakkah untuk ikut ajang ini?
@ Tengkuputeh
Aduh, dalam blog-blog-an tak ada ‘kamus’ layak-atau tidak untuk sebuah kopdaran itu.
Assalamua’alaikum
Salam kenal
Kami ingin mengajak /mengundang untuk ikut bergabung dikomunitas santri indonesia
dan kami tunggu masukan dari teman2 semua
Kami tunggu di
http://santri.netgoo.org
KOMUNITAS SANTRI INDONESIA
meningkatkan ukhuwah islamiah
yah begitulah suasana kopdar perdana, anehnya sampe sekarang kayak udah akrab semua, padahal ketemunya aja jarang, heheh…