Ngidam Pengat Depik
Yuk jalan-jalan ke danau Laut Tawar, Aceh Tengah. Selain menikmati indahnya pemandangan alam disekitar Danau, kita juga bisa menikmati kuliner khas Gayo, yaitu penganan dari ikan depik—dalam bahasa latin disebut ‘rasbora tawarensis’. Depik yang hanya hidup di danau laut tawar dan berukuran sebesar telunjuk orang dewasa sering dimasak menjadi ‘dedah depik kering’, ‘peyek depik’ dan ‘pengat depik’.
Yang paling khas dan sering dimasak adalah pengat ikan depik. Depik jenis kuliner gulai yang rasanya agak asam dan pedas. Bumbu masakannya tidak selangka ikannya, cukup bawang merah, cabai merah, kunyit dan asam sunti dan air jeruk nipis, semuanya digiling halus. Bumbu ini tidak ditumis dengan minyak sebagaimana memasak gulai ikan lainya, tapi dicampur dengar air dan depik sekalian, jangan lupa garam secukupnya.
Biar lebih enak, depik segar langsung diolah dan dibersikan kalau tidak lemak-lemak dari ikan depik akan keluar. Selanjutnya media masak biasanya kuali dari tanah, dan dimasak hingga kering hingga bumbunya agak mirip masakan pepes.
Kuliner yang satu ini khas masyarakat Gayo, masakan pengat tidak hanya dimasak dengan ikan depik, ikan bawal juga makyus.
Saya sendiri baru sekali makan pengat depik. Waktu itu, saat liburan sekolah Januari 2010 lalu, kami pulang ke kampung isteri di Simpang Teritip, Bener Meriah. Kebetulan juga waktu itu isteri lagi hamil 3 bulan dan ngidam pengat depik, disitulah saya ikut merasakan enaknya pengat depik yang asem nan pedas. Betul-betul enak dan lebih terasa dilidah, kapan ngidam lagi isteriku…[]
Popularity: 24%








lage payeh lagoe? ikannya juga kayak ikan teri ya? enak kayaknya. di pasar ada dijual gak pak pojan?
Iya, lage payeh dan hampir sama dengan teri. Ikan itu hanya ada di pasar Takengon. Kalo utuk diluar daerah selain Takengon yang sudah kering–semacam ikan asin, teri–mungkin ada dijual.
enak gak ya,, haha
Bicara soal kuliner memang paling seru ya. Dengan resep-2 rahasia (katanya) malah buat orang jadi ketagihan untuk tambo-2…
kayak ikan teri yah, emang enak banget kayaknya, paling cocok kalo udah berbau sambel2an…bikinnya gampang kayaknya, kapan-kapan boleh dicoba nih resepnya…wah, gak pernah ke aceh je, jauuuuhhh…semoga suatu saat bisa kesana deh
Semoga bisa singgah ke Aceh suatu saat. Bukan hanya Ikan Depik saja yang enak di Aceh, Kopi Aceh, Sate Matang, Kari Kambing Aceh Besar, Ayam Tangkap, Mie Aceh dan menengok keajaiban tsunami yg membawa sebauh kapal ke Darat.
hmm kaya jenis ikan teri gitu yah, jadi penasaran rasanya kaya apa yah? hehe…
izin berkunjung…
salam
bagi dong bang fozan. liza juga udah pernah makan pengat depik yang dibawa teman dari takengon. di tangse juga ada depik, tapi namanya beda, eungkot gree.. kalo ngga salah itu namanya
kayak mana sie rasanya…
ada kayak kareng aceh?
Yang pasti maknyus lah rosonya nih…
Belum pernah coba…
nampaknya enak…
btw bang.. kmrn Aceh gempa lagi… semoga semua baik2 yah
salam,
EKA
Sama dengan asam keu’eung ya Bang? Heuhhh…Bacanya bikin air liur mengalir sambil membayangkannya…
Hi, I’m very interested in Linux but Im a Super Newbie and I’m having trouble deciding on the right distribution for me (Havent you heard this a million times?) anyway here is my problem, I need a distribution that can switch between reading and writing in English and Japanese (Japanese Language Support) with out restarting the operating system.
belum pernah coba nih.. tp keliatannya enak juga ya…
itu mah…. ikan pora-pora dipepes