Jun 25
SEKILAS, judul di atas agak sedikit menggelitik. Nyeleneh. Berbirahi. Namun, beberapa hari terakhir ‘hasrat’ yang tak terbendung membuat tanaga saya terkuras habis sehingga saya tergelatak tak berdaya disudut kamar sendirian. Kacian deh lu… Mampus, kenapa tidak… Untung tidak ada yang bilang begitu. Kalau ada lengkap sudah penderitaan saya. Read the rest of this entry »
Popularity: 15%
May 15
NGANTUK. Malan sudah jam 2.45 Wib dini hari, belum tidur juga. Karena komitment pada diri sendiri harus ada “corat-coret” dulu di blog abis Layot koran, atau seleum tidur. Terpaksa deh tangan pencet-pencet keyboard barang dua kali enter sambil mendengar “gesekan” gitar bareng teman.
Petikan accord gitar Andra diiringi musik I will stand by you, yang diputerin di winamp. Lagu darinya The Pretenders, dah di-repeat entah berapa kali untuk dicocokin sama accord gitar, bikin ribut aja. Aku lagi mikrin mo tulis paan, pikiranku malah terpikir I will stand by you….. Read the rest of this entry »
Popularity: 2%
May 14
MULAI hari ini, senin–tanggalnya udah ada di samping–kepingin sih ngak mau ketemu sama Rianti untuk sematara waktu. Biar aku bisa melupakannya. Jadi, tidak terlalu terbawa hati sama dia kalau tidak jadi hidup semati.
Aku barusan pulang dari ketapang temanin Kang Ucup–sapan Bang Yusuf, mitra kerja satu profesi di bidang “perwajahan” redaksi Harian Aceh. Eh, malah dipanggil Rianti nie belum sempat buka sepatu pun, apa lagi mo hadap sang “kuasa” untuk bayar “hutang” alias shalat asar. Read the rest of this entry »
Popularity: 2%
May 13
MATAHARI pagi di ufuk timur mulai menampakan senyuman kemerahannya. Pagi yang segar mulai ternodai oleh berbagai asap kenderaan kota “gersang” Matangglumapangdua. Kota yang terkenal dengan sate matang itu, aku, sekira jam tujuh pagi turun dari mandala—angkutan L300. Aku tiba kota kelahiran, setelah menempuh perjalanan 350 kilometer di malam hari yang sangat melelahkan dari Banda Aceh. Read the rest of this entry »
Popularity: 3%
May 11
“Dah waktunya pulang. Biar abang yang antar ya”, kataku sama Yanti.
Yanti diam sejenak. Sulit baginya untuk menjawab.
“Kenapa ya, jawabnya lama!” gumam ku dalam hati.
“Tidak mau abang yang antar”, aku tanya lagi.
Akhirnya, anggukan kecil diiringi suara “boleeh” keluar bibir seksinya.
“Gimana nanti kalau saya pulang PP (peminpin perusahaan) datang kemari, kayak kemarin. katanya dia mau datang hari ini ada masalah kas kantor”
“Ya udah ngak pa pa, lagian siapa suruh masuk kantor di waktu orang pada mau pulang”.
“Atau kita pigi ke tempat minum bandrek lagi, gimana! seloroku bernegosiasi. Read the rest of this entry »
Popularity: 1%
Recent Comments