Oct 26
TAK hanya resepsi pernikahan yang menggelar pesta meriah, blogger juga tak ketinggalan. Setelah sukses pesta blogger 2007 sebagai forum alternatif bagi blogger di Indonesia untuk bertemu muka secara langsung dan 27 Oktober ditetapkan sebagai Hari Blogger Nasional, tahun ini, pesta blogger 2008 bertema ‘blogging for society’ atau nge-blog untuk masyarakat. Read the rest of this entry »
Popularity: 4%
Oct 12
Mulai pekan ini, HA terbit edisi Minggu, edisi spesial yang dinanti-nantikan pembaca koran lokal yang ‘benar-benar lokal’ ini. Pada kali ini juga, HA membuka kesempatan kepada penulis blog Aceh atau istilah kerennya Blogger Aceh untuk membagi catatan-catatan harian, berupa pengalaman, pemikiran, kritik, dan saran, bagi pembaca yang awam media internet. Read the rest of this entry »
Popularity: 9%
Sep 18
SUDAH lama saya tidak mengolah foto di Photoshop. Dulu, sewaktu menggunakan aplikasi ajaib dari Adobe ini terasa sangat sulit. Melihat tampilahnsaja pusing tujuh kliling. Sekarang, photosop aplikasi yang wajib pakek setiap hari untuk convert foto menjadi CMYK, Grayscale (hitam-putih), path, crop dll untuk kebutuhan pracetak koran HARIAN ACEH. Bagi saya, photoshop sudah menjadi eumpang breuh (karung beras, atau istilah untuk menghasilkan sesuap nasi), He… he… Begitulah kira-kira. Read the rest of this entry »
Popularity: 7%
Jun 27
LAMA ku berjalan dengan air mata kering, kalbu surut. Hati terpatri, nafsu ketawa batin menangis, jatahnya terkikis bisikan Siti.
Di layar maya ku memandang senyummu dengan sedikit rasa rindu. Perasaan rada bosan, badan bersandar di kursi empuk sambil menunggu. Tangan asyik pencet mengikuti irama Siti. Tanpa sadar satu pesan terbang lewat layar maya, tapi nyata.
Pesan balasan pun tiba dengan wajah ceria.
“Pernah dengar bathin menangis, kebutuhan rohani selama ini kau penuhi, kini kau tinggalkan. Waktu yang biasa kau gunakan untuk menelponku cukup kau gunakan untuk baca yasin”.
Gerakan tangan berhenti tiba-tiba, aliran darah seakan berhenti. Jantung bergemuruh memecahkan merdunya nyanyian Siti Nurhaliza. Dua patah kata terpampang di layar maya mampu menggugahkan hati mati. Haru, itulah yang kurasakan.
Bagaikan oase mengobati dahaganya kalbu kering. Hati hidup kembali. Mata keluarkan setetek embun. Batin terharu nafsu menangis, jatahnya tersapu oase di layar maya.[]
To: Ana, telah mampu mengeluarkan setitik embun di kelopak mata kering.
Popularity: 3%
Jun 27
AKIBAT hobi perang, benarkah orang Aceh malas menulis? Banyak sejarah “tempoe doeloe” yang dibangun para syuhada tercecer, berserakan, bahkan hilang? Medio maret 2005 masih menyisakan getaran kecil gempa susulan pasca gempa dasyat dan tsunami 26 Desember 2004.
Udara sore di lingkungan kampus Almuslim Bireuen, Nanggroe aceh Darussalam masih gerah. Puluhan mahasiswa MIK (manajemen informatika dan komputer)—gabungan unit A dan B—tampak tekun mengikuti mata kuliah Pendidikan Pancasila. Pembimbingnya Pak Muzakkir M Gade. Pak Kir, begitu dia biasa disapa, tiba-tiba memberi tugas, “hari ini Anda harus membuat sebuah karya tulis.” Suasana serius berubah riuh. Persis Pasar Ikan di belakang Koramil-20 Peusangan.
Tawar menawar tak terelakkan. Ruang kuliah dengan 70 an mahasiswa di dalamnya semakin gerah. Tiga set mesin kipas angin tak merubah keadaan. Pak Kir bersikeras dengan idenya, tapi mahasiswa ‘berontak’ minta dispensasi. Maklum, PR jenis beginian tergolong memberatkan karena perlu keterampilan khusus. Mahasiswa malas selalu jadi sasarannya. Read the rest of this entry »
Popularity: 5%
Recent Comments