Lilypie First Birthday tickers

Tari Saman dengan 3000 Penari Masuk MURI

Wisata Aceh No Comments »

Tari saman ini untuk memeriahkan HUT Kodam IM ke-54 di Blang Padang Banda Aceh. Para penari dari kalangan tentara dari seluruh Aceh dan jajaran PNS berjumlah 3000 orang.

Tariannya sangat heroik, kolosal dan sangat mengagumkan. Semua serentak tampa cacat dan sangat cepat. Congratulation for Kodam IM.

Tarian ini hanya berlangsung 6 menit dan langsung diserahkan sertifikat Muri. Sayangnya pendiri rekor Muri, Jaya Suprana tidak dapat hadir, kerena lagi promosi budaya ke Sydney Opera House.

Baru kali ini saya menyaksikan langsung tarian kolosal. Rasanya jangan habis-habis paling tidak 30 menit.

Kedepan, pagelaran kolosal ini cocok untuk target wisata Visit Aceh 2011.[]

Popularity: 7%

Ngidam Pengat Depik

Kuliner, Wisata Aceh 18 Comments »

Yuk jalan-jalan ke danau Laut Tawar, Aceh Tengah. Selain menikmati indahnya pemandangan alam disekitar Danau, kita juga bisa menikmati kuliner khas Gayo, yaitu penganan dari ikan depik—dalam bahasa latin disebut ‘rasbora tawarensis’. Depik yang hanya hidup di danau laut tawar dan berukuran sebesar telunjuk orang dewasa sering dimasak menjadi ‘dedah depik kering’, ‘peyek depik’ dan ‘pengat depik’.

Yang paling khas dan sering dimasak adalah pengat ikan depik.  Depik jenis kuliner gulai yang rasanya agak asam dan pedas. Bumbu masakannya tidak selangka ikannya, cukup bawang merah, cabai merah, kunyit dan asam sunti dan air jeruk nipis, semuanya digiling halus. Bumbu ini tidak ditumis dengan minyak sebagaimana memasak gulai ikan lainya, tapi dicampur dengar air dan depik sekalian, jangan lupa garam secukupnya.

Biar lebih enak, depik segar langsung diolah dan dibersikan kalau tidak lemak-lemak dari ikan depik akan keluar. Selanjutnya media masak biasanya kuali dari tanah, dan dimasak hingga kering hingga bumbunya agak mirip masakan pepes. Read the rest of this entry »

Popularity: 32%

Ini Dia Landmark Aceh Baru…

Ada2 Saja, Deskripsi, Wisata Aceh 10 Comments »
Rumoh Aceh Escape Building
Rumoh Aceh Escape Building Hill, musium tsunami yang akan diresmikan akhir tahun 2008 ini.

.

SEJAK dulu, memang sejak dulul, Aceh itu, selalu perang, pokoknya perang. Setelah merdeka, ada DI-TII, perang Cumbok, DOM, Operasi Jaring Merah, Darurat Militer dan Darurat Sipil kemudian di sapu tsunami 26 Desember 2006, munculah Aceh baru. Aceh damai.

Aceh yang damai, sedamai Nyak-nyak pulang dari kebun menenteng pisang dan hasil kebun lainnya. Kalau di zaman darurat militer–kemungkinan besar–nyak itu sudah almarhum karena tuduhan membawa bom rakitan. Begitulah perbedaan situasi sebelum tsunami 2006.

Masa darurat sipil, tak heran dalam hitungan bulan, rumah, sekolah dan bangunan lain jadi arang. Kemudian disapu lagi oleh tsunami yang maha dasyat yang mengisakan lantai dari sebuah bangunan, tak tau itu milik siapa, tak kenal itu gedung pemerintah. Semua sama rata dengan tanah, hanya menyisakan puing dan sampah.

Semua mata di dunia terpana dibuatnya. Semua orang di dunia singgah di bumi Iskandar Muda. Semua orang turut menyumbang memabangun Aceh kembali. Setelah itu, muncul Aceh baru.

Rumoh Aceh Escape Building Hill

Tiap tahun tanggal 26 Desember selalu dikenang. Setelah empat tahun tsunami semua kenangan itu di simpan dalam sebuah musium tsunami Aceh, bernama ‘Rumoh Aceh Escape Building Hill’. Kelak anak cucu bisa mengingat kembali sejarah yang maha pahit di abad modern setalah 25, 50 sampai 100 tahun ke dapan.

***

Read the rest of this entry »

Popularity: 22%

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in