Lilypie First Birthday tickers

Ini Dia Landmark Aceh Baru…

Ada2 Saja, Deskripsi, Wisata Aceh 10 Comments »
Rumoh Aceh Escape Building
Rumoh Aceh Escape Building Hill, musium tsunami yang akan diresmikan akhir tahun 2008 ini.

.

SEJAK dulu, memang sejak dulul, Aceh itu, selalu perang, pokoknya perang. Setelah merdeka, ada DI-TII, perang Cumbok, DOM, Operasi Jaring Merah, Darurat Militer dan Darurat Sipil kemudian di sapu tsunami 26 Desember 2006, munculah Aceh baru. Aceh damai.

Aceh yang damai, sedamai Nyak-nyak pulang dari kebun menenteng pisang dan hasil kebun lainnya. Kalau di zaman darurat militer–kemungkinan besar–nyak itu sudah almarhum karena tuduhan membawa bom rakitan. Begitulah perbedaan situasi sebelum tsunami 2006.

Masa darurat sipil, tak heran dalam hitungan bulan, rumah, sekolah dan bangunan lain jadi arang. Kemudian disapu lagi oleh tsunami yang maha dasyat yang mengisakan lantai dari sebuah bangunan, tak tau itu milik siapa, tak kenal itu gedung pemerintah. Semua sama rata dengan tanah, hanya menyisakan puing dan sampah.

Semua mata di dunia terpana dibuatnya. Semua orang di dunia singgah di bumi Iskandar Muda. Semua orang turut menyumbang memabangun Aceh kembali. Setelah itu, muncul Aceh baru.

Rumoh Aceh Escape Building Hill

Tiap tahun tanggal 26 Desember selalu dikenang. Setelah empat tahun tsunami semua kenangan itu di simpan dalam sebuah musium tsunami Aceh, bernama ‘Rumoh Aceh Escape Building Hill’. Kelak anak cucu bisa mengingat kembali sejarah yang maha pahit di abad modern setalah 25, 50 sampai 100 tahun ke dapan.

***

Read the rest of this entry »

Popularity: 22%

Haru dan Pilu di HUT RI ke-63

Ada2 Saja, Uncategories 5 Comments »

ASAM digunung, garam dilaut bertemu dalam bertemu dalam satu belanga. Pribahasa ini sangat cocok untuk Nada Nada Lutfiyyah, gadis Aceh–korban tsunami 26 Desember 2004–dan sahabat penanya Maggie dari Michigan, AS. Mereka sebelumnya saling berkirim surat saat berusia 9 tahun. Di usia 12 tahun Nada dan Maggie dapat saling bertatap muka di hari HUT RI ke 63, di Wisma Negara, Jakarta. Read the rest of this entry »

Popularity: 4%

Kopdar I Blogger Aceh, Seru Juga

Kopdar, Narasi 23 Comments »

SEWAKTU saya baru ngeblog dan menjalankan ‘ritual’ blog walking ke ‘rumah’ kawan-kawan di Jakarta, dan wilayah jabotabek lainya, saya selalu berjumpa dengan posting ‘kopdar’. Saya bingun apa itu kopdar? Dan tambah bingun lagi setiap ada kata kopdar, kok ada pertemuan, kuliner dan akhir kata, dokumentasi di blog masing-masing. Seru kan? Read the rest of this entry »

Popularity: 9%

Tidak Tega

Isi Hati No Comments »

“Dah waktunya pulang. Biar abang yang antar ya”, kataku sama Yanti.

Yanti diam sejenak. Sulit baginya untuk menjawab.

“Kenapa ya, jawabnya lama!” gumam ku dalam hati.

“Tidak mau abang yang antar”, aku tanya lagi.

Akhirnya, anggukan kecil diiringi suara “boleeh” keluar bibir seksinya.

“Gimana nanti kalau saya pulang PP (peminpin perusahaan) datang kemari, kayak kemarin. katanya dia mau datang hari ini ada masalah kas kantor”

“Ya udah ngak pa pa, lagian siapa suruh masuk kantor di waktu orang pada mau pulang”.

“Atau kita pigi ke tempat minum bandrek lagi, gimana! seloroku bernegosiasi. Read the rest of this entry »

Popularity: 1%

Hobi Perang, Orang Aceh Malas Menulis

Deskripsi, Esai, Menulis, Narasi 5 Comments »

AKIBAT hobi perang, benarkah orang Aceh malas menulis? Banyak sejarah “tempoe doeloe” yang dibangun para syuhada tercecer, berserakan, bahkan hilang? Medio maret 2005 masih menyisakan getaran kecil gempa susulan pasca gempa dasyat dan tsunami 26 Desember 2004.

Udara sore di lingkungan kampus Almuslim Bireuen, Nanggroe aceh Darussalam masih gerah. Puluhan mahasiswa MIK (manajemen informatika dan komputer)—gabungan unit A dan B—tampak tekun mengikuti mata kuliah Pendidikan Pancasila. Pembimbingnya Pak Muzakkir M Gade. Pak Kir, begitu dia biasa disapa, tiba-tiba memberi tugas, “hari ini Anda harus membuat sebuah karya tulis.” Suasana serius berubah riuh. Persis Pasar Ikan di belakang Koramil-20 Peusangan.

Tawar menawar tak terelakkan. Ruang kuliah dengan 70 an mahasiswa di dalamnya semakin gerah. Tiga set mesin kipas angin tak merubah keadaan. Pak Kir bersikeras dengan idenya, tapi mahasiswa ‘berontak’ minta dispensasi. Maklum, PR jenis beginian tergolong memberatkan karena perlu keterampilan khusus. Mahasiswa malas selalu jadi sasarannya. Read the rest of this entry »

Popularity: 5%

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in