Lilypie First Birthday tickers

Fogging Sampoerna Mild

Isi Hati No Comments »

SAMBIL petik gitar. Aku duduk dekat jendela kantor sambil melihat keluar, hujan turun lagi. Aku tidak melihat–kehujanan–hujan, setelah pindah ke kantor baru di Lambhuk sejak Februari lalu. Berarti sudah empat bulan lebih tidak turun hujan sederas ini, “kayaknya sih!”. Di beberapa tempat, menurut berita koran Harian Aceh di Banda Aceh, pohon tumbang, papan iklan pemasangan baliho sujud ke jalan. Berarti hujannya deras sekali plus angin ribut (kencang maksudnya). Read the rest of this entry »

Popularity: 3%

Oase di Layar Maya

Isi Hati, Menulis 3 Comments »

LAMA ku berjalan dengan air mata kering, kalbu surut. Hati terpatri, nafsu ketawa batin menangis, jatahnya terkikis bisikan Siti.

Di layar maya ku memandang senyummu dengan sedikit rasa rindu. Perasaan rada bosan, badan bersandar di kursi empuk sambil menunggu. Tangan asyik pencet mengikuti irama Siti. Tanpa sadar satu pesan terbang lewat layar maya, tapi nyata.

Pesan balasan pun tiba dengan wajah ceria.

“Pernah dengar bathin menangis, kebutuhan rohani selama ini kau penuhi, kini kau tinggalkan. Waktu yang biasa kau gunakan untuk menelponku cukup kau gunakan untuk baca yasin”.

Gerakan tangan berhenti tiba-tiba, aliran darah seakan berhenti. Jantung bergemuruh memecahkan merdunya nyanyian Siti Nurhaliza. Dua patah kata terpampang di layar maya mampu menggugahkan hati mati. Haru, itulah yang kurasakan.

Bagaikan oase mengobati dahaganya kalbu kering. Hati hidup kembali. Mata keluarkan setetek embun. Batin terharu nafsu menangis, jatahnya tersapu oase di layar maya.[]

To: Ana, telah mampu mengeluarkan setitik embun di kelopak mata kering.

Popularity: 3%

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in