Lilypie First Birthday tickers

Menikah

Blog, Cinta, Deskripsi, Isi Hati 18 Comments »

Kali ini, aku ingin memposting cerita bahagia. Sebuah cerita pertengahan tahun 2009 ini, bahwa aku telah menyelesaikan satu impian terbesar aku yaitu menikah. Hehehe… Cerita yang bahagia bukan? Tepatnya,  18 Juni 2009 lalu, aku resmi menjadi seorang suami. Hehehe…

Sebelumnya, aku telah menceritakan perjuangan aku untuk melangsungkan ‘akad nikah’ di blog.bangpozan.com.

Kini, aku telah mencapai impian aku untuk merid. Dari segi umur aku menikah usia 25 tahun. Jika dibandingkan dengan bujang Aceh lainnya, aku dikategorikan masih dini dalam soal menikah, umumnya pemuda Aceh menikah di umur 27 + tahun. Banyak juga pemuda-pemuda Aceh dalam hal menikah sangat sangat mempertimbangkan mapan walau umur sudah melewati 30 tahun plus.

Jika dibandingkan lagi dengan kawan-kawan Aceh Blogger yang di Banda Aceh, cuma Aku yang sudah merid, padahal Bang MyMoen Doank yang lebih tua dari aku belum merid juga.

“Aku belum menemukan orang yang tepat” begitu kata bang My Moen.

Yang lebih heboh lagi, Fadli Idris dedemit Aceh Blogger sudah berkepala tiga atau 30 tahun (1979-2009) belum menikah juga. Hehehe… Wah… Apa yang ditunggu ya. Dan satu lagi jangan pernah menanyakan soal menikah sama Bang Fadli atau juga memutar lagu ‘Batal Kawen dari project pop.

“Asyik tanyak kawin, tak sanggup telinga aku menerima gelombang itu”, begitulah teriak dia.

Aku sudah melewati masa-masa indah bersama istri, mulai dari ‘malam pertama’ yang begitu indah dan dingin di atas puncak gunung. Juga hari-hari indah saat pulang ke rumah orang tua dan mertua di hari raya idul fitri.

Kini statusku tidak lagi lajang, dan bulan-bulan berikutnya aku lagi menunggu kehadiran sibuah hati…[]

Note:

Postingan ini tidak bermaksud membuat hati Bang Fadli Idris miris saat menanyakan kenapa belum merid dan satu lagi, menanyakan berapa umurnya, sungguh itu pertanyaan kurang beretika. Tapi demi data yang benar dan akurat, aku harus menanyakan itu.  Saat tulisan ini kutulis, Sang panglima Aceh Blogger jadi marah-marah sendiri. Maaf bos. Aku hanya ingin merangsang semangat menulis blog lagi. Sama seperti semangat Bang Maymoen dalam blognya, ‘Ketika ujung jari, bertemu ‘jidat’ keyboard, akan melahirkan sebuah postingan lagi.

Popularity: 45%

Perahu Agung Pengantin Baru

Cinta, Deskripsi, Narasi 10 Comments »

Hari itu, sang surya tanpa segan-segannya membakar kota tua Banda Aceh. Deru mesin mobil meraung-raung dijalan nan sempit itu. Motor pun tak mau ketinggalan menyumbangkan asapnya yang menyesakkan dada. Sebuah mobil Suzuki X-Oper Bl 757 LC berhenti di jalan menuju Kampus Serambi Mekkah, Desa Batoh, Banda Aceh. Beberapa kendaraan roda dua lainya mengerumuninya dari belakang.

Dari balik kaca mobil bagian depan yang setengah terbuka itu, tampak seorang pemuda tampan. Ia berpakaian adat Aceh lengkap dengan sebilah rencong menghiasi pertengahan tubuhnya. Sesekali, Kopiah Aceh yang dikenakannya lelaki itu nungging kedepan atau kebelakang. Sepertinya kopiah itu terlalu berat buatnya. Tapi ia tetap terlihat tabah.

Seratus meter dari mobil itu, serombongan orang tampak berkerumun di beranda sebuah kedai fotokopi. Kemumunan itu tak terlihat seperti orang yang ingin menfotokopi surat kelakuan baik untuk melamar pekerjaan. Namun mereka terlihat seperti menungggu sesuatu. “Kok lama sekali ya, coba periksa apakah protokoler disana sudah siap menyambut kita” perintah Lukman Abda, salah seorang dari rombongan itu kepada securitinya, Andre. Kening lelaki berjenggot lebat itu tampak berkerut dan matanya disipitkan. Mungkin ia menahan silau matahari yang mnyengat hingga keubun-ubun. Read the rest of this entry »

Popularity: 16%

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in