Jul 10
biarlah asa hancur
bukan berarti mati
biarlah cinta tak bersemi
bukan tiada rasa
takdir saja tak menghendaki….
kembali saja kewaktu pertama kali
kembali ke tanpa ada rasa
yang tak luka karena cinta….
kembali saja ke persahabatan
yang tampa air mata….
hanya waktu yang menentukan
siapa yang membahagiakan
lupakan cinta yang pernah ada
lupankan….
jangan sekali lupakan untaian persahabatan
sahabat yang pernah terbina
hanya keadaan yang memisahkan asa
asa cinta yang tak abadi….
namun, I never say good bye for you….
By Rianti
Popularity: 4%
Jun 27
LAMA ku berjalan dengan air mata kering, kalbu surut. Hati terpatri, nafsu ketawa batin menangis, jatahnya terkikis bisikan Siti.
Di layar maya ku memandang senyummu dengan sedikit rasa rindu. Perasaan rada bosan, badan bersandar di kursi empuk sambil menunggu. Tangan asyik pencet mengikuti irama Siti. Tanpa sadar satu pesan terbang lewat layar maya, tapi nyata.
Pesan balasan pun tiba dengan wajah ceria.
“Pernah dengar bathin menangis, kebutuhan rohani selama ini kau penuhi, kini kau tinggalkan. Waktu yang biasa kau gunakan untuk menelponku cukup kau gunakan untuk baca yasin”.
Gerakan tangan berhenti tiba-tiba, aliran darah seakan berhenti. Jantung bergemuruh memecahkan merdunya nyanyian Siti Nurhaliza. Dua patah kata terpampang di layar maya mampu menggugahkan hati mati. Haru, itulah yang kurasakan.
Bagaikan oase mengobati dahaganya kalbu kering. Hati hidup kembali. Mata keluarkan setetek embun. Batin terharu nafsu menangis, jatahnya tersapu oase di layar maya.[]
To: Ana, telah mampu mengeluarkan setitik embun di kelopak mata kering.
Popularity: 3%
Recent Comments